Selasa, 19 April 2011

muzammil

"Wahai orang-orang berselimut (Muhammad)! Bangunlah untuk shalat pada malam hari, kecuali sebagian kecil. (Yaitu) separuhnya atau kurang sedikit dari itu, atau lebih dari (seperdua) itu, dan bacalah Al Quran itu dengan perlahan-lahan..." 
T.Q.S Al Muzammil : 1 - 4

bangkit dan songsong perubahan!
menjauhlah dari kenyamanan (selimut)!
karena perjalanan dakwah sungguh pahit dan melelahkan,...

tapi janji MU amat nyata,,,

Enter your email address:

Minggu, 03 April 2011

Membeli Mimpi

"Jika saya bermimpi ketika tertidur, maka yang saya lakukan ketika bangun bukanlah marah dan melanjutkan tidur, melainkan bangun dan menjadikan mimpi itu sebagai sebuah kenyataan."
Annggun C. Sasmy


Prinsip di atas selalu saya jadikan pijakan ketika melangkahkan kaki keluar dari titik kenyamanan, yang saya sebut : RUMAH. Rumah yang selalu jadi tempat yang nyaman. Tempat yang paling membuat kita enggan untuk beranjak ke dunia luar. 

Rumah memang tempat kita merajut mimpi. Bukan merajut realita. Tapi saya bukan mengajarkan untuk tidak mencintai rumah. Tidak sama sekali. Rumah tempat berlindung ketika terjadi serangan. Tapi rumah bukan tempat yang tepat untuk mewujudkan mimpi!. karena banyak yang bermimpi, tapi menjadikannya hanya sekedar angan, bukan petualangan. 

Seseorang yang menjadikan mimpinya sebagai sebuah petualangan akan senantiasa berjuang dan berlari. Karena mimpi adalah layang-layang yang terbang di awan. Harus dikejar, jika putus diterjang mimpi-mimpi yang lain. Tidak akan pernahh ada orang yang mampu mengejar layang-layang putus dengan langkah yang pelan. Ia harus dikejar dengan langkah yang cepat, tepat, dan pasti. Karena begitu banyak orang-orang yang memiliki kesempatan untuk mewujudkan mimpi yang sama! dan mimpi itu ternyata adalah layang-layang milikmu!.

Semua orang punya kemauan, kesempatan, keberanian  untuk bermimpi. Semua orang pun  punyapeluang, kompetensi,  dan kesempatan untuk mewujudkan mimpi-mimpinya, namun tak semua orang punya kemauan dan keberanian untuk mewujudkan mimpinya. Kebanyakan orang menginginkan mimpinya seperti Cinderella yang dalam sekejap diwujudkan oleh pangeran. Atau menginginkan mimpinya terwujud seperti menemukan lampu aladin?! Haduh, bangun kawan! Ini bukan negeri kayangan! Jika belum mau sadar, cipratkan wajahmu dengan air! Bangun!


Beginilah Indonesia kawan atau mungkin kita,
begitu banyak mimpi dan target yang kita buat, tetapi begitu banyak pula mimpi dan target yang hanya jadi angan dan penyesalan yang tentu bukan datang di awal.

Mudah menerbangkan layang-layang, tapi apa kita mampu mempertahankan agar layang-layang itu untuk tidak jatuh, itu yang tidak mudah.  Begitu pula bermimpi. Mudah bermimpi, tapi apakah kita mampu mewujudkan mimpi?

Tapi bermimpilah sebanyak-banyaknya, karena dari mimpi, Soekarno bisa menjadi Presiden RI.Lewat mimpi, Andrea Hirata bisa keliling dunia...
 Mimpi butuh pasangan. Jika layang-layang putus butuh lari untuk mengejarnya. Maka, beginilah mimpi kita, yang butuh perjuangan dan kelelahan. 
 Nikmatilah moment lari ini, karena mungkin kau akan dapat layang-layang emas itu di balik gang yang paling sempit dan bau. 
Nikmatilah. Jual Beli Mimpi

Enter your email address:

cukup ALLAH saja

arsy.2 april 2011
Allah itu Maha Pencemburu,
Betapa Allah sedih ketika melihat Jepang lebih mencintai teknologi
ketimbang melihat bahwa ada 'Zat' yang membantu mereka menciptakan teknologi
Allah jadi cemburu,

Allah itu Maha Pencemburu,
Ketika menengok serambi Mekah yang  lupa
kalau ada Ia di balik keistimewaannya
Tuh kan, Allah jadi cemburu

Allah itu Maha Pencemburu,
melihat kita yang asyik dengan rutinitas duniawi
menelepon pun hanya 5 menit 5 menit
padahal Allah mau berlama-lama

Allah itu Maha Pencemburu,
Ruang untukNya di hatimu terbagi-bagi
untuk dia, dia, dia, dia..
Allah dapat di tempat paling ujung, yang sempit.
Allah diam saja, 
Allah tak pernah protes

Allah rindu,
rindu kamu,
rindu tangisanmu,
rindu rintihan kesusahanmu,

tapi kamu punya yang lain,
yang lebih menarik
yang lebih nyata
yang lebih konkret

Allah tidak bisa sms mesra
tapi dia bisa
maka kamu pilih dia

padahal Allah meneleponmu 5 kali, bahkan lebih
tapi kamu nggak pernah angkat

Allah tak bisa membelaimu
tapi dia bisa
maka kamu pilih dia

padahal Allah menciummu
lewat nafas yang mengalir di tenggorokan dan hidung, bahkan membelaimu hingga paru-paru
tapi kamu tak pernah tau

Allah rindu, 
tangisanmu karena rindu kepadaNya
tangisanmu karena takut Ia melupakanmu
tangisanmu karena mengharapkan ampunan dan cinta Nya

tangisanmu berubah, 
tangisanmu lebih sering untuk ujian sekolah,
untuk lulus tepat waktu,
untuk dunia...

Seharusnya?
Bukankah Tanah ini yang seharusnya merindukan Allah?




Mencintai seseorang(sesuatu) secara berlebihan akan memberikan kesakitan yang setimpal, 
tapi tidak jika Cinta Kepada-Nya..
Back to Fitri, luruskan niat..

Wallahu'alam Bishowab

Enter your email address: